Selamat Datang di blog ZEB CIVIL. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa tinggalkan komentar dan follownya ya bro...

Jumat, 24 Juni 2011

Dinding Penahan Tanah

Dinding penahan tanah merupakan salah satu bagian dari pelajaran Teknik Pondasi yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah / tebing agar tidak terjadi kelongsoran atau keruntuhan yang diakibatkan oleh gaya lateral tanah (gaya horizontal). Adapun penggunaan dari dinding penahan tanah adalah :
1.        Digunakan pada tebing jalan atau halaman di bukit.
2.        Pada tebing saluran, baik saluran dalam maupuna saluran buatan pada tempat-tempat di anggap perlu.
3.        Pangkal jembatan
4.        Deramaga
Berdasarkan jenisnya, dinding penahan tanah dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu :
I.      RIGID WALL ( Konstruksi Kaku)
Rigid wall ini dibedakan menjadi tiga tipe :



I.1      Gravity Wall
Konstruksi dinding penahan tanah dari pasangan Batu, dimana berat struktur menjadi komponen kestabilan struktur tersebut terhadap gaya-gaya lateral tanah.
I.2      Cantilever Wall
Konstruksi dinding penahan tanah dari pasangan Beton bertulang dengan tanah diatas tumit menambah kestabilan sturuktur terhadap gaya-gaya lateral tanah. Konstruksi ini lebih ringan dari Gravity Wall.
I.3      Counterfort  Wall
Konstruksi ini hampir sama dengan Cantilever Wall, hanya pada konstruksi ini dilengkapi dengan sekat untuk memperkuat konstruksi.

II. FLEXIBLE WALL ( Dinding fleksibel)
Yaitu konstruksi yang bersifat lentur, terbagi menjadi tiga yaitu :
II.1    Cantilever Sheet Pile
Konstruksi ini terdiri dari tiang-tiang baja dengan profil tertentu, yang dirancang bersebelahan satu dengan yang lain dan kemudian menjadi dinding.Kestabilan diperoleh dari dalamnya pemancangan Sheet Pile ( D )
II.2    Anchorage Sheet Pile ( Turap berjangkar )   
II.3    Brached Exavation ( Galian dengan penopang )


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar